Pizaro Gozali İdrus
11 November 2019•Update: 13 November 2019
JAKARTA
Gabungan Ormas Islam di Malaysia meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) turun tangan merespons keputusan India yang menyerahkan Masjid Babri kepada umat Hindu.
Majelis Syura Ormas-ormas Islam Malaysia (MAPIM) menilai India telah mengabaikan hak umat Islam terhadap Masjid Babri.
“Kami memanggil para pemimpin OKI dan Muslim untuk menyampaikan sikap mereka terhadap putusan Masjid Babri,” ujar Presiden MAPIM Mohd Azmi Abdul Hamid dalam pernyataannya pada Senin.
Azmi mengatakan kebencian umat Hindu kepada Muslim India telah meningkat.
Dia khawatir keputusan terhadap Masjid Babri akan menaikkan ketegangan antara kedua umat beragama.
Azmi juga menuntut pemerintah India untuk memastikan perlindungan semua minoritas agama dan tempat ibadah mereka.
“India kini telah meninggalkan umat Islam di tangan para ekstremis Hindu yang tidak mentolerir kehadiran minoritas Muslim,” ujar Azmi.
Situs Masjid Babri yang bersejarah sisa awal abad ke-16 diserahkan kepada umat Hindu untuk pembangunan Kuil RAM, menurut keputusan pengadilan tinggi India pada Sabtu.
Mahkamah Agung India juga memutuskan bahwa “sebidang tanah yang sesuai” seluas 5 hektar akan diberikan kepada Dewan Wakaf Sunni, baik oleh pemerintah pusat atau pemerintah provinsi untuk membangun masjid.
Kelompok Muslim yang direpresentasikan oleh Dewan Hukum Personal Muslim Seluruh India (AIMPLB) menyatakan ketidakpuasan atas putusan yang diteken oleh lima hakim dari pengadilan tinggi.
“Kami menghormati perintah [Mahkamah Agung] tapi tak puas dengan putusan itu. kami akan membicarakan tindakan selanjutnya,” ujar Zafaryab Jilani, pengacara dewan, dalam konferensi pers di New Delhi.