JAKARTA
Kementerian Kesehatan Singapura memperluas skrining di Bandara Changi bagi semua pendatang dari China menyusul virus pneumonia yang telah menyebar ke kota-kota China, lansir Channel News Asia pada Selasa.
Singapura juga akan mengisolasi individu dengan pneumonia yang telah melakukan perjalanan ke Wuhan dalam 14 hari sebelum timbulnya gejala.
Langkah-langkah ini dilakukan Singapura menyusul meningkatnya kasus infeksi pneumonia korona dan meningkatnya volume perjalanan menjelang liburan Tahun Baru Imlek, kata kementerian kesehatan.
Sejak awal tahun, tujuh orang di Singapura telah dirawat dan dites setelah mereka diketahui menderita radang paru-paru dan melakukan perjalanan ke Wuhan.
Enam dari kasus tersebut dites negatif terkait virus korona dan tidak terkait dengan virus di Wuhan, kata kementerian kesehatan.
Pada Senin, kementerian kesehatan diberitahu tentang kasus terbaru, yang melibatkan seorang wanita Singapura berusia 44 tahun yang terinfeksi pneumonia dan memiliki catatan perjalanan ke Wuhan.
“Dia telah dirawat untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut, dan diisolasi sebagai tindakan pencegahan. Kondisinya stabil,” kata kementerian Kesehatan.
"Sampai saat ini, belum ada kasus virus korona di Singapura. Namun, mengingat Singapura adalah pusat perjalanan, kami menduga ada banyak kasus dan tidak dapat mengesampingkan kemungkinan ini virus impor," kata kementerian kesehatan.
Peningkatan pencegahan masuknya virus telah dilakukan oleh kementerian kesehatan sejak 3 Januari bagi pendatang yang tiba dari Wuhan.
Singapura meminta siapa saja yang berasal dari Wuhan untuk memeriksa kesehatan dan segera mencari perawatan medis jika tidak sehat.
Mereka harus memberi tahu dokter mereka tentang riwayat perjalanan mereka.
Selama perjalanan, mereka juga harus menghindari kontak dengan hewan hidup dan tidak makan daging mentah atau kurang matang.
Wisatawan juga harus sering mencuci tangan dengan sabun dan mengenakan masker jika memiliki gejala pernapasan seperti batuk atau pilek.
Menteri Kesehatan Singapura Lam Pin Min Facebook juga mendesak para pelancong ke Wuhan untuk mengambil tindakan pencegahan.
"Kami sedang memantau situasi dengan cermat," kata dia.
-Empat tewas di China
Otoritas kesehatan kota Wuhan di China sendiri pada Senin mengatakan 4 empat orang telah tewas akibat infeksi virus korona seperti dikutip South China Morning Post pada Selasa.
Jumlah total infeksi yang terjadi di Wuhan - di mana pasar makanan laut dan daging hewan dianggap sebagai pusat wabah - telah mencapai 198 pada Selasa.
Wuhan sendiri, kota dengan 11 juta penduduk, memiliki bandara internasional dan merupakan salah satu pusat jaringan kereta api utama di negara itu, tulis South China Morning Post.
Sedangkan total kasus yang dikonfirmasi di China mencapai 218, dengan perincian lima kasus di Beijing, 14 di Guangdong, dan satu di Shanghai.
Dugaan kasus ini juga telah dilaporkan terjadi di kota Qingdao, provinsi Chengdu, provinsi Yunnan, dan daerah otonomi Guangxi.
Korea Selatan juga telah mengkonfirmasi pada Senin bahwa seorang wanita yang datang dari Wuhan telah menderita virus korona.
Sedangkan dua turis China di Thailand dan seorang lelaki China yang bekerja di Jepang juga dipastikan terinfeksi.
Dalam pernyataannya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan akan mengadakan pertemuan darurat pada Rabu untuk memutuskan apakah wabah tersebut harus dinyatakan sebagai darurat kesehatan internasional.
Ahli Sars terkemuka China, Zhong Nanshan, mengatakan virus korona - yang diidentifikasi sebagai keluarga virus yang sama dengan Sars - ditularkan di antara manusia dan kemungkinan berasal dari hewan liar.
“Kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit sekarang adalah tentang mencegah munculnya penyebar super [dari virus],” kata Zhong.
Menurut Zhong, saat ini, tidak ada obat khusus untuk virus korona baru ini dan [kami sedang] melakukan beberapa tes dengan hewan,” kata Zhong.
Dia menduga jumlah kasus yang terinfeksi akan meningkat selama periode perjalanan Tahun Baru Imlek.
Berdasarkan catatan WHO, pneumonia menyumbang 15 persen dari semua kematian anak di bawah 5 tahun dan menewaskan 808.694 anak pada 2017.
WHO menyampaikan pneumonia dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Pneumonia dapat dicegah dengan imunisasi, nutrisi yang adekuat, dan dengan mengatasi faktor lingkungan.
news_share_descriptionsubscription_contact
