Devina Halim
01 Juni 2021•Update: 03 Juni 2021
JAKARTA
Singapura kemungkinan dapat melonggarkan pembatasan terkait Covid-19 setelah 13 Juni 2021 apabila kasus positif terus menurun dan situasi pandemi di negara tersebut membaik.
Selama tiga minggu belakangan, Singapura berada di fase kedua atau Heightened Alert dan menemukan klaster di Bandara Changi serta Rumah Sakit Tock Seng, kemudian kasus positif lainnya menyusul.
Setelah menetapkan fase kedua untuk mengurangi interaksi sosial, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengungkapkan jumlah kasus harian telah menurun sekaligus berkat dukungan rakyatnya.
“Kecuali penyebar super (super-spreader) atau klaster besar lainnya, kita seharusnya berada di jalur yang tepat untuk mengendalikan wabah ini. Kita akan tahu secara pasti dalam satu minggu atau lebih,” ungkap Lee dalam pidatonya, Senin.
Di tengah munculnya varian baru Covid-19, Singapura berkomitmen melakukan tes secara lebih cepat dan ekstensif untuk mencegah penyebaran virus yang lebih masif.
Bahkan, Lee mengungkapkan warga Singapura akan dapat segera membeli tes Covid-19 DIY di apotek sehingga dapat melakukan tes sendiri.
Menurut Lee, berbagai alternatif dari tes PCR dapat membantu mendeteksi dan mengisolasi pasien dengan cepat.
Singapura juga berkomitmen melakukan pelacakan kontak secara lebih cepat dan lebih meluas.
Terakhir, Singapura akan memvaksinasi lebih banyak lagi warganya dan lebih cepat.
Lee mengungkapkan tenaga kesehatan, pekerja di garda terdepan, serta kebanyakan dari orang berusia 45 tahun ke atas telah setidaknya menerima dosis pertama vaksin Covid-19.
Saat ini, vaksinasi sedang dilakukan bagi mereka yang berusia 40-44 tahun.
Lee menuturkan kelompok yang akan divaksinasi berikutnya adalah pelajar dengan memanfaatkan masa libur pada Juni untuk proses vaksinasi.
Belakangan ini, kata Lee, banyak anak-anak yang terinfeksi Covid-19 di sekolah maupun pusat pendidikan.
“Kami akan memprioritaskan kelompok kelulusan untuk Level ‘O’, ’N’, dan ‘A’, serta siswa dengan kebutuhan khusus,” kata Lee.
Setelah itu, Singapura akan memulai proses vaksinasi terhadap kelompok terakhir yakni orang dewasa berusia 39 tahun ke bawah, yang rencananya mulai di pertengahan Juni.
Lee sekaligus mengimbau kepada para lansia agar disuntik vaksin sesegera mungkin, mengingat masih ada 280.000 orang yang belum membuat janji vaksinasi.