Diyar Guldogan
24 Juni 2026•Update: 24 Juni 2026
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan raksasa teknologi Meta agar secara sukarela menyerahkan model kecerdasan buatannya untuk ditinjau pemerintah federal, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kemampuan dan potensi kerentanan sistem AI, menurut laporan The New York Times pada Selasa.
Mengutip empat orang yang mengetahui permintaan rahasia tersebut, laporan itu menyebut permintaan disampaikan melalui surat elektronik kepada Meta, perusahaan pemilik platform media sosial Facebook dan Instagram, serta sejumlah layanan lainnya.
Langkah itu muncul kurang dari dua pekan setelah pemerintah memerintahkan Anthropic membatasi akses terhadap model AI terbarunya dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional.
Menurut sejumlah orang yang mengetahui permintaan tersebut, Meta menjadi satu-satunya pengembang besar teknologi AI di AS yang belum mencapai kesepakatan untuk secara sukarela membagikan modelnya kepada pemerintah federal guna ditinjau, kata laporan itu.
Perusahaan besar lain, termasuk OpenAI, Anthropic, Google, xAI, dan Microsoft, telah mencapai kesepakatan untuk menyerahkan sistem mereka kepada kelompok keselamatan AI federal yang dikenal sebagai Center for AI Standards and Innovation.
Awal bulan ini, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberi tanggung jawab kepada pemerintah federal untuk meninjau sistem AI.
Perintah tersebut mewajibkan perusahaan teknologi memberi waktu hingga 30 hari bagi pejabat AS untuk mengevaluasi model AI sebelum dirilis kepada publik serta menetapkan tenggat akhir Juli bagi pemerintah untuk membentuk proses peninjauan resmi.