Ahmet Sertan Usul, Mumin Altas
30 November 2021•Update: 01 Desember 2021
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dirinya akan melakukan kunjungan balasan ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Februari dengan delegasi besar.
Berbicara kepada wartawan pada Minggu di pesawat saat kembali ke negaranya setelah melakukan kunjungan resmi ke Turkmenistan, Erdogan memuji kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan baru-baru ini ke ibu kota Turki.
Dia mengatakan perjanjian yang ditandatangani selama kunjungan adalah langkah ramah yang akan menandai awal baru dalam hubungan antara Turki dan UEA.
Erdogan mengatakan sebelum kunjungannya ke UEA, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dan kepala Badan Intelijen Nasional Turki Hakan Fidan juga akan mengunjungi negara Teluk itu.
Pekan lalu, Cavusoglu mengumumkan dia akan mengunjungi Abu Dhabi pada Desember.
"Kami akan mengambil beberapa langkah kuat. Mereka (UEA) mempresentasikan rencana investasi 10 miliar dolar. Dengan menerapkan rencana investasi ini, kami akan membangun masa depan yang sangat berbeda," ujar Erdogan.
Selama kunjungan Sheikh Mohammed, UEA mengumumkan akan menggelontorkan USD10 miliar untuk berinvestasi di Turki, dan kedua negara menandatangani beberapa perjanjian kerja sama di bidang energi, teknologi, perdagangan, dan kesehatan.
Menurut Direktur Komunikasi Turki Fehrettin Altun, Turki dan UEA telah berkomitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral mereka dan memanfaatkan peluang kerja sama regional.
Mengenai hubungan dengan Israel dan Mesir, Erdogan mengatakan penunjukan duta besar akan ditetapkan pada kalender tertentu begitu Turki memutuskan hubungan dengan negara-negara tersebut.