Chandni Vasandani
22 Agustus 2017•Update: 23 Agustus 2017
By Addis Getachew
ADDIS ABABA, Ethiopia
Sepuluh mahasiswa dari Turki tiba di Ethiopia pada Senin untuk menjadi relawan selama seminggu dalam rangkaian kunjungan ke sejumlah negara Afrika untuk program pertukaran pelajar.
Beberapa jam setelah tiba, kelompok itu mulai mempercantik sekolah Daleti Elementary School di sebuah desa, sekitar 35 kilometer dari ibu kota Addis Ababa.
Wakil Direktur Mitiku Bekele mengatakan kepada Anadolu Agency – sementara para mahasiswa mengecat tembok kelas – relawan mahasiswa Turki tersebut akan menyiapkan sekolah itu untuk tahun ajaran yang lebih baik saat dibuka pada September nanti.
“Mereka berjanji mendonasikan 42 meja, mengganti dan memperbaiki kaca pecah, dan mengecat ruang kelas,” katanya sembari berdiri di hadapan 2 gedung sekolah.
Tarik Kaya, mahasiswa sarjana arsitektur di Karadeniz Technical Unversity, menekankan pentingnya mengenal “Afrika yang asli”.
“Saya tidak ingin ketinggalan program ini. Seluruh dunia memiliki pandangan tertentu mengenai Afrika tapi bila Anda ingin melihat Afrika yang sebenarnya, Anda harus mengalaminya. Saya sarankan semua ke sini untuk mengenal Afrika,” katanya.
Para mahasiswa akan mengunjungi panti asuhan di Addis Ababa pada Selasa. Kemudian, mereka juga dijadwalkan pergi ke provinsi Tigray di utara dan melihat pemugaran salah satu masjid tertua dunia, Nejashi.
Afica Experience Sharing Program 2017 membuka kesempatan bagi 200 mahasiswa untuk mengunjungi beberapa negara Afrika, temasuk Tunisia, Libya, Somalia, Kenya, Aljazair, Chad, Sudan, Ghana, dan Nigeria dari 5 hingga 30 Agustus.
Program itu diselenggarakan oleh Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA) yang menggandeng Turkish Airlines, Anadolu Agency, dan media milik negara Turki, TRT.
Para mahasiswa akan ikut serta dalam sejumlah aktivitas sosial, budaya, dan kemanusiaan, seperti merenovasi sekolah, panti asuhan, perpustakaan, dan tempat ibadah.
Mereka juga akan berpartisipasi dalam penerapan proyek pembangunan lokal.