Gözde Bayar
14 Juli 2021•Update: 14 Juli 2021
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Selasa menerima kunjungan Samad Seyidov, kepala komite urusan luar negeri parlemen Azerbaijan, dan delegasi yang mendapinginya.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh Akif Cagatay Kilic, ketua komite urusan luar negeri parlemen Turki.
“Ikatan persaudaraan kami semakin kuat di setiap bidang dengan Deklarasi Shusha,” ucap Cavusoglu di Twitter.
Turki dan Azerbaijan menandatangani Deklarasi Shusha pada 15 Juni, sebuah pakta yang berfokus pada kerja sama pertahanan dan pembangunan rute transportasi baru.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev bertemu di kota bersejarah Shusha, yang dibebaskan tahun lalu dari hampir 30 tahun pendudukan Armenia.
Deklarasi tersebut menegaskan upaya bersama oleh kedua tentara dalam menghadapi ancaman asing dan restrukturisasi dan modernisasi angkatan bersenjata mereka.
Turki adalah pendukung utama Azerbaijan selama 44 hari konflik Karabakh tahun lalu antara Azerbaijan dan Armenia.
Pertempuran itu meletus pada September dan berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia pada 10 November 2020.
Gencatan senjata itu membuat Armenia menyerahkan wilayah yang telah didudukinya selama hampir tiga dekade.