Mustafa Deveci
14 Maret 2022•Update: 16 Maret 2022
KYIV, Ukraina
Seorang pengusaha Turki membagikan makanan gratis setiap hari kepada hampir 1.000 orang Ukraina di Kyiv tempat dia tinggal selama dua dekade.
Onur Hekim awalnya berasal dari provinsi Izmir di Turki dan memiliki sebuah restoran di ibu kota Ukraina.
Dia memilih untuk membantu para korban daripada meninggalkan kota di mana banyak toko tutup setelah perang Rusia melawan Ukraina.
Dalam sebuah posting yang dibagikan di media sosial, dia meminta sukarelawan menyiapkan makanan di restorannya bagi orang-orang yang terlantar akibat perang.
Banyak sukarelawan mendaftar untuk proyek ini di mana 1.000 orang diberi makan setiap hari.
Berbicara kepada Anadolu Agency, Hekim mengatakan dia tidak pernah berpikir untuk meninggalkan Ukraina bahkan ketika perang pecah.
"Saya telah tinggal di Kyiv selama 20 tahun, saya telah menginjak tanah Ukraina selama 20 tahun, saya telah menghirup udara tempat ini, saya tumbuh dengan orang-orang ini," kata Hekim.
“Sama sekali tidak ada keuntungan finansial bagi saya, sebaliknya, hari ini adalah hari ke-14 pembagian makanan kami. Saya menanggung semua biaya sendiri. Saya melakukan ini dengan senang hati, karena saya telah mencari nafkah di tanah ini selama 20 tahun," terang Hekim.
Di tempat-tempat pertempuran sengit, warga memeluk para sukarelawan yang membagikan paket makanan.
"Ini adalah reaksi yang luar biasa. Sangat sulit bagi saya untuk menggambarkan perasaan ini," tambahnya.
Sejak Rusia melancarkan perangn di Ukraina pada 24 Februari, lebih dari 2,69 juta orang telah melarikan diri ke negara lain, menurut perkiraan PBB.
Setidaknya 596 warga sipil juga tewas dan 1.067 terluka di Ukraina, PBB menambahkan.
Uni Eropa, AS, dan banyak negara lain telah memberlakukan sanksi terhadap Moskow, sementara banyak perusahaan dan brand global telah menangguhkan operasinya di Rusia.