Zuhal Demirci
19 Oktober 2017•Update: 20 Oktober 2017
Zuhal Demirci
ANKARA
Delapan negara berkembang di dunia akan bertemu di Istanbul untuk kedua kalinya. Setelah menyelesaikan putaran pertama pertemuan yang diselenggarakan di negara-negara anggota, kali ini pertemuan D-8 kembali diselenggarakan di Turki.
Kepemimpinan D-8 akan kembali dipegang oleh Turki sebagai pendiri asosiasi ini. Pertemuan pada 20 Oktober mendatang ini akan mengusung tema Menambah Peluang dengan Kerjasama.
Organisasi negara-negara D-8 dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan kemitraan antar anggota dan memperkaya hubungan ekonomi dan sosial.
Sejak pendiriannya, D-8 merupakan organisasi kerjasama ekonomi. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan bisnis antara negara-negara anggotanya.
Dalam deklarasi pembentukan organisasi ini ada juga kesepakatan bersama antar anggota dalam bidang perdagangan, industri, komunikasi, informasi, keuangan, perbankan, privatisasi, pembangunan pedesaan, sains, teknologi, perang melawan kemiskinan, pengembangan sumber daya manusia, pertanian, energi, lingkungan, kesehatan, pariwisata, budaya dan olah raga.
Anggota negara-negara D-8 akan terus menjadi negara yang memiliki potensi pasar yang besar dalam sumber daya bumi dan alam, ketenaga kerjaan yang besar dan dinamis.
Mengenai D-8, organisasi ini digagas oleh mantan Perdana Menteri Turki Necmettin Erbakan. Saat itu Turki mengundang perwakilan dari Indonesia, Iran, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Mesir dan Nigeria untuk hadir ke pertemuan bertajuk Konferensi Kerjasama dalam Pembangunan di Istanbul, 22 Oktober 1996 silam.
Setelah pertemuan itu, terbentuk tiga komisi dan dua dewan menteri luar negeri untuk merumuskan organisasi kerjasama. Secara resmi D-8 didirikan oleh kepala negara dan presiden negara-negara anggota dalam pertemuan di Istanbul pada tanggal 15 Juni 1997.