Muhammad Abdullah Azzam
14 Desember 2017•Update: 15 Desember 2017
YERUSALEM
Bulan Sabit Merah Palestina mengungkapkan bahwa 124 warga Palestina terluka akibat upaya pembubaran yang dilakukan oleh tentara Israel kepada para demonstran di Tepi Barat, Yerusalem dan Gaza, Rabu.
Sebanyak 28 warga Palestina terluka di perbatasan Gaza, dan 96 lainnya terluka di berbagai wilayah Yerusalem dan Tepi Barat karena gas air mata, peluru tajam dan peluru plastik.
Pasca pernyataan presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump minggu terkait Yerusalem sebagai ibu kota Israel, aksi protes terjadi di berbagai daerah di Palestina. Aksi massa tersebut menyebabkan ratusan warga Palestina terluka karena diserang tentara Isr.
Sebanyak 57 negara anggota blok ini juga "siap membawa isu Yerusalem ke Sidang Umum PBB bila Dewan Keamanan PBB gagal untuk memberi respons" melawan "pelanggaran berat" keputusan AS.
Pekan lalu, Trump mengumumkan keputusannya -- meski menerima tentangan dari Timur Tengah -- untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Pengumuman ini memantik kutukan dari seluruh dunia, termasuk Turki, Uni Eropa, dan PBB.
Yerusalem tetap menjadi pusat konflik Israel-Palestina, dengan Palestina yang mengharapkan Yerusalem Timur -- saat ini masih diduduki Israel -- menjadi ibu kota negaranya kelak.
Selama masa kampaye tahun lalu, Trump berulang kali menjanjikan relokasi kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.