20 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia tidak bisa tinggal diam melihat tindakan otoritas Israel menutup kompleks Al-Aqsa.
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, sudah menghubungi Menteri Luar Negeri Jordania, Ayman Safadi, lewat sambungan telefon untuk membahas ketegangan di kawasan masjid tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Armanatha Nasir, menjelaskan komunikasi dengan Jordania adalah bentuk perhatian kedua negara guna menekan otoritas Israel agar mengembalikan stabilitas keamanan di kompleks Al-Aqsa. Indonesia juga mengajak semua pihak untuk menahan diri agar situasi tidak memburuk.
“Dalam komunikasi tersebut juga disampaikan bahwa Indonesia prihatin dan sekaligus mengecam memburuknya situasi di kompleks Al-Aqsa dan penembakan terhadap Sheikh Ikrima Sabri, Imam Mesjid Al-Aqsa di Jerusalem Timur,” ujarnya hari ini di kantor Kemenlu, Jakarta.
Tembakan tentara Israel memaksa pembubaran jemaah yang melakukan demonstrasi atas penutupan kompleks Masjid Al-Aqsa bagi umat Islam.
“Dalam kaitan ini Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo kompleks Al-Aqsa agar Masjid Al-Aqsa dan the Dome of the Rock tetap sebagai tempat suci untuk dapat diakses bagi semua umat Muslim.”
Dalam upaya memantau keamanan di wilayah Palestina, Indonesia sudah memiliki konsul kehormatan di Ramallah sebagai bukti nyata dan dukungan kepada Palestina.
Selain itu, konsul kehormatan juga bisa membantu WNI yang kesulitan dalam melakukan perjalanan ke Palestina. Untuk pembahasan isu-isu politik biasanya langsung berhubungan dengan KBRI di Jordania.
“Saat ini hubungan Menlu Palestina dengan kita juga sangat baik sehingga pembahasan masalah politik terkait situasi di sana bisa langsunng dibahas di tingkat menteri luar negeri.”