Aysar al-Iss, Ali H. M.Abo Rezeg
07 Januari 2018•Update: 08 Januari 2018
Aysar al-Iss, Ali H. M.Abo Rezeg
BETHLEHEM, Palestina
Perayaan Natal gereja-gereja Orthodok Timur dimulai di kota Bethlehem, Tepi Barat, kemarin.
Vikaris Patriarkal Suriah dari Tanah Suci dan Yordania, Uskup Agung Mar Swerios Malki Murad menjadi orang pertama yang tiba di kota tersebut untuk menghadiri misa Natal pada Sabtu tengah malam.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan sejumlah pejabat Arab diharapkan menghadiri misa Natal yang akan diadakan di Gereja Kelahiran Tuhan hari ini.
Gereja-gereja Ortodoks menandai Hari Natal jatuh pada tanggal 7 Januari dan Gereja Ortodoks Armenia adalah yang terakhir merayakan Natal dengan prosesi malam Natal ke Betlehem pada tanggal 18 Januari mendatang serta Hari Natal pada 19 Januari.
Karena perbedaan dalam kalender, banyak gereja Ortodoks menandai Malam Natal pada tanggal 6 Januari dan Natal dirayakan pada 7 Januari dan bukan pada tanggal 25 Desember.
Mayoritas gereja Ortodoks di seluruh dunia menggunakan kalender Julian, yang dibuat di bawah pemerintahan Julius Caesar pada tahun 45 SM dan belum mengadopsi kalender Gregorian yang umum digunakan.
Kalender Gregorian merupakan penanggalan yang diajukan oleh Paus Gregorius Roma di tahun 1582. Kalender terdahulu berjalan 13 hari di belakang kalender saat ini.