Pizaro Gozali İdrus
19 Desember 2017•Update: 20 Desember 2017
Pizaro Gozali Idrus
JAKARTA
Indonesia bisa menggali khazanah pemikiran-pemikiran Islam Turki. Salah satunya melalui karya-karya ulama agung Turki Bediuzzaman Said Nursi.
Pakar Turki Mohammad Syafiq Syafii mengatakan Nursi adalah ulama bermazhab Syafii dengan corak asya’irah yang telah melahirkan banyak karya di bidang tafsir, tasawuf, dan akidah. Salah satunya adalah Risalah An-Nur, kitab tafsir setebal 6000 halaman.
“Corak ini sangat dekat dengan masyarakat Indonesia karena Said Nursi juga memakai pendekatan tasawuf Imam Ghozali,” ujar Syafii dalam seminar Studi Komparatif Satu Abad Peradaban Islam di Turki dan Nusantara di Ciputat, Senin.
Syafii menjelaskan pandangan-pandangan Said Nursi banyak kesamaan dengan pemikiran ulama Aceh Hamzah Fansuri dan ulama Sumatera Barat Buya Hamka yang menekankan nilai-nilai sufistik.
“Bisa dibilang Said Nursi adalah Buya Hamka-nya Turki,” kata pria yang merampungkan studi S2 di Turki ini.
Ketua Hayrat Foundation Indonesia Cemal Sahin menilai adanya kesamaan corak pemikiran Islam di Turki dan Indonesia karena kedua bangsa memiliki akar sejarah yang kuat.
“Pada abad 16, Turki Utsmani mengirimkan dai-dainya ke nusantara untuk memperkuat ajaran Islam,” ujar Sahin.
Bahkan saat Aceh dijajah, Khalifah Turki Utsmani Sultan Abdul Hamid II mengirimkan tentara-tentaranya untuk melawan Belanda.
Meski kejadian itu telah menjadi catatan sejarah, Sahin sangat optimis bangkitnya kembali hubungan Indonesia-Turki.
Hal ini bisa dilihat dari besarnya animo pelajar Indonesia menuntut ilmu Turki dan semakin kuatnya posisi Presiden Reccep Tayyip Erdogan di mata dunia.
“Di bawah kepemimpinan Erdogan, saya melihat Turki seperti ke zaman Utsmani,” ujar Sahin.