04 Agustus 2017•Update: 05 Agustus 2017
Roy Ramos
KOTA ZAMBOANGA. Filipina
Pada Kamis, lembaga ombudsman Filipina melemparkan tuduhan korupsi dan pemalsuan dokumen terhadap mantan Wakil Presiden Jejomar Binay Sr. dan putranya untuk proyek pembangunan sekolah seharga PHP 1,3 milyar ($ 25,81 juta) di Manila.
Dalam pernyataannya, Ombudsman Conchita Carpio Morales mengumumkan dakwaan empat tuduhan di bawah undang-undang anti-korupsi dan tiga tuduhan pemalsuan dokumen terhadap mantan pejabat tersebut sudah disetujui dalam dua resolusi terpisah pada 1 Agustus.
Tuduhan terhadap Binay Sr. terkait keterlibatannya dengan proyek gedung Sekolah Tinggi Ilmu Pengetahuan Makati sedangkan putranya yang juga mantan walikota Makati, Binay Jr., atas perannya dalam proyek tersebut.
Menurut resolusi itu, proyek yang dimaksud "tidak menjelaskan jangka atau batas waktu bagi kontraktor dalam menyelesaikan layanannya".
Laporan itu juga mengindikasikan adanya penyimpangan dalam proses pengadaan, seperti negosiasi pengadaan dan bukannya proses penawaran yang kompetitif dan misrepresentasi dalam negosiasi, penyerahan dan pembukaan penawaran.
Proyek gedung 10 lantai itu memakai biaya pemerintah sebesar PHP 1,3 milyar, yang diduga sengaja dinaik-naikan sebanyak PHP 800 juta (USD 15,88 juta).
Dalam pernyataan mereka, keluarga Binay yakin nama mereka dapat dibersihkan dan melawan “tuduhan tanpa alasan dari Ombudsman yang jelas-jelas memihak”.
Binay Sr. sebelumnya merupakan salah satu kandidat yang mencalonkan diri untuk pemilu president Filipina pada 2016, namun kalah melawan Rodrigo Duterte.