Hakan Burak Altunoz
08 Maret 2023•Update: 14 Maret 2023
MALATYA, Turkiye
Mahasiswa asing di Turkiye secara sukarela berpartisipasi dalam kegiatan amal untuk membantu para korban gempa dahsyat di provinsi Malatya pada 6 Februari lalu.
Beberapa mahasiswa Suriah, yang berlindung di Turkiye akibat perang saudara di negara mereka dan saat ini kuliah di Universitas Firat di provinsi Elazig, menawarkan diri kepada Bulan Sabit Merah Turkiye untuk menjadi sukarelawan di daerah yang dilanda gempa.
Nermin Silu, Cenin Ibrahim, dan Lina Elbekir mulai membagikan makanan dan teh di kota kontainer yang dibangun di kampus Universitas Inonu di provinsi Malatya.
Silu mengatakan kepada Anadolu bahwa mereka merasa panik dan takut saat mengalami getaran gempa susulan di wilayah tersebut.
“Yang bisa kita lakukan hari ini adalah menjadi relawan. Kami ada di sini sejak gempa. Kami membagikan makanan dan bermain dengan anak-anak. Kami berutang banyak kepada masyarakat Turkiye sehingga saya tidak bisa melupakan mereka,” tutur dia.
Mahasiswa lain, Ibrahim, mengatakan dia kehilangan ayahnya dalam perang di Suriah dan datang ke Turkiye bersama ibunya.
Menekankan dia senang menjadi relawan, Ibrahim mengatakan dia berusaha menghabiskan waktu bersama anak-anak dan membuat mereka bahagia.
Elbekir mengatakan dia datang ke Turkiye 10 tahun lalu. “Saya suka membantu orang. Anak-anak paling terdampak gempa. Mereka sangat senang ketika kami membagikan berbagai makanan kepada mereka,” ujar dia.
Lebih dari 46.100 orang tewas di Turkiye akibat gempa bumi yang melanda pada 6 Februari, menurut otoritas penanggulangan bencana negara tersebut.
Gempa berkekuatan M 7,7 dan 7,6 yang berpusat di Kahramanmaras, juga berdampak pada 10 provinsi lainnya, yaitu; Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Gaziantep, Hatay, Kilis, Malatya, Osmaniye, Elazig, dan Sanliurfa.
Sekitar 13,5 juta orang di Turkiye terkena dampak guncangan keras itu, begitu juga jutaan orang lainnya di barat laut Suriah.