07 Juli 2017•Update: 09 Juli 2017
DAMASKUS
Pasukan rezim Suriah pada hari Kamis menyerang pejuang oposisi di distrik Jobar, Damaskus, dengan menggunakan gas klorin, demikian ungkap seorang sumber di daerah tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, pejabat di pusat medis Jobar mengatakan bahwa sepuluh pejuang oposisi telah terkena serangan gas beracun tersebut.
Yusuf al-Bustani, anggota komite koordinasi lokal di ibukota wilayah Ghouta Timur, mengatakan kalau pasukan rezim sering menyerang kawasan Jobar dan Ghouta Timur dengan mengunakan gas klorin.
"Rezim ini juga menyerang zona de-eskalasi. Pasukan Assad gagal mematuhi kesepakatan gencatan senjata, "kata al-Bustani.
Awal pekan ini, dia menambahkan, pasukan rezim juga menyerang oposisi pejuang di kawasan Ain Tarma dan Zamalka di Ghouta Timur.
Pada hari Sabtu lalu, juru bicara oposisi pejuang Suriah mengatakan bahwa lebih dari 30 pejuang mereka telah terkena gas klorin dalam serangan pemerintah Assad. di Ghouta Timur.
Akhir bulan lalu, Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia mengklaim bahwa gas sarin telah digunakan pihak rezim saat menyerang desa Khan Sheikhun di provinsi Idlib yang sudah direbut pejuang oposisi. Serangan tersebut dilakukan tanggal 4 April lalu.
Selama pembicaraan damai yang diadakan di Astana pada awal Mei, Rusia, Turki dan Iran sepakat untuk membangun jaringan "zona de-eskalasi" di berbagai wilayah di Suriah.
Menurut kesepakatan tersebut, zona - di mana tindakan agresi dilarang - akan mencakup kota Idlib dan beberapa bagian provinsi Latakia, Homs, Aleppo dan Hama, serta Damaskus, Ghouta Timur, Daraa dan Quneitra.
Suriah telah terjebak dalam perang saudara yang mengerikan sejak Maret 2011, ketika rezim Assad menindak demonstrasi pro-demokrasi dengan kejam.
Menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik tersebut, sementara jutaan lainnya telah mengungsi.
Dilaporkan oleh Halit Suleiman; Penulisan oleh Mahmoud Barakat