Pizaro Gozali İdrus
18 Desember 2018•Update: 19 Desember 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Kelompok HAM Uyghur pada Senin mendesak negara-negara internasional tak melakukan deportasi pencari suaka Uyghur ke China.
Kongres Uyghur Dunia (WUC) mengaku prihatin dengan situasi yang terjadi kepada pemuda Uyghur berusia 22 tahun yang dideportasi Jerman pada April 2018 karena masalah administrasi.
Isa tak menyebut nama warga Uyghur tersebut, namun sejak saat itu keberadaan sang pemuda tak diketahui.
Laporan-laporan yang muncul, kata Isa, menyatakan bahwa dia saat ini ditahan di penjara China karena tuduhan 'separatisme'.
“Kondisi ini dapat membuatnya dijatuhi hukuman penjara yang panjang atau bahkan hukuman mati,” kata Isa dalam keterangan resminya.
Isa mendesak pemerintah Jerman melakukan segala upaya untuk mengoreksi kesalahannya karena kehidupan dan kebebasan etnis Uyghur sangat riskan ketika kembali.
Isa mengatakan tak lama setelah pemuda Uyghur dikembalikan ke China, pemerintah Jerman mengeluarkan moratorium pengiriman kembali pengungsi Uyghur dan pencari suaka ke China.
Swedia, kata dia, juga mengeluarkan moratorium untuk mengembalikan Uyghur ke China.
“Untuk mencegah lebih banyak lagi Uyghur yang mengalami nasib serupa, kami mendesak negara-negara lain untuk mengikuti contoh kedua negara dan memastikan tidak ada lagi Uyghur yang akan dikirim kembali ke China,” jelas Isa.