Muhammad Abdullah Azzam
16 Januari 2021•Update: 16 Januari 2021
Qais Abu Samra
RAMALLAH
Sedikitnya 15 warga Palestina terluka dan puluhan lainnya mengalami sesak nafas di Tepi Barat yang diduduki ketika tentara Israel menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan protes anti-pemukiman.
Berbicara kepada Anadolu Agency, saksi mata pada Jumat mengatakan puluhan warga Palestina melakukan aksi protes di kota Mugayir, Ramallah terhadap permukiman ilegal.
Petugas medis mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa mereka memberikan pertolongan pertama kepada warga yang terluka oleh peluru logam berlapis karet dan pengunjuk rasa yang lemas setelah menghirup gas air mata.
Dalam insiden terpisah, tentara Israel mencoba membubarkan demonstrasi serupa di kota Kafr Qaddoum, Qalqilya dengan menggunakan peluru logam berlapis karet dan tabung gas air mata.
Empat pengunjuk rasa terluka dan puluhan lainnya menderita lemas, kata Murad Shteiwi, yang mengkoordinasikan aksi protes tersebut.
Tentara Israel menutup pintu masuk kota At-Tuwani di Hebron dan mencegah puluhan orang Palestina mencapainya untuk berpartisipasi dalam demonstrasi guna mengutuk permukiman Yahudi.
Tentara Israel juga menggunakan bom suara yang melukai kaki seorang wanita serta menangkap seorang lansia.
Setiap Jumat, warga Palestina mengadakan demonstrasi anti-permukiman Yahudi di sejumlah desa dan kota di Tepi Barat.
Lebih dari 650.000 pemukim Yahudi saat ini tinggal di lebih dari 164 permukiman ilegal dan 116 distrik di Tepi Barat yang diduduki.
Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai "wilayah pendudukan" dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di sana sebagai ilegal.