Eshat Fırat
11 Desember 2017•Update: 11 Desember 2017
Eshat Fırat
RAMALLAH
Lebih dari 150 warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada Minggu mengalami luka-luka setelah pasukan Israel membubarkan secara paksa aksi protes terhadap keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Dalam sebuah pernyataan dari lembaga Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan total sebanyak 157 terluka dalam bentrokan di Ramallah, Tulkarim, Bethlehem dan Jalur Gaza.
Pasukan Israel menggunakan gas air mata, amunisi dan peluru karet untuk membubarkan massa. 13 korban luka jatuh di Gaza dan 144 lainnya tersebar di Tapi Barat, menurut Bulan Sabit Merah.
Berbagai organisasi massa Palestina menyerukan agar warga tetap melangsungkan aksi protes di Tapi Barat dan Yerusalem Timur pada Sabtu sebagai bentuk penolakan atas langkah AS itu.
Sejak Jumat, empat warga Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka dalam bentrokan dan serangan udara yang diluncurkan oleh Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Rabu pekan lalu, presiden AS itu mengemukakan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Langkah itu dikecam dunia internasional.
Perubahan kebijakan Washington terkait Yerusalem memantik demonstrasi di seluruh dunia, termasuk di kawasan Palestina, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, dan Indonesia.
Yerusalem masih menjadi pusat konflik Israel-Palestina, dengan Palestina yang berharap Yerusalem Timur -- kini diduduki Israel -- kelak menjadi ibu kota negara Palestina.