Muhammad Abdullah Azzam
21 Mei 2019•Update: 21 Mei 2019
Adam Abu Bashal
ABUJA
Setidaknya 17 orang tewas dalam serangan bersenjata di barat laut Nigeria.
Media setempat melaporkan sekelompok orang bersenjata melancarkan serangan dengan menggunakan sepeda motor di kota Gidan Kaso dan Dan Dambo, negara bagian Zamafara.
Penyerang bersenjata itu membunuh tujuh orang di kota Gidan Kaso, mereka tak mau menyerahkan jasad para korban ke masyarakat.
Sementara 10 orang tewas dan banyak hewan ternak musnah akibat serangan di kota Dan Dambo.
Penggunaan sepeda motor di beberapa negara bagian dilarang selama beberapa waktu karena adanya serangan bersenjata menggunakan sepeda motor. Terakhir Kamis lalu 20 orang menjadi korban serangan bersenjata oleh penyerang bermotor.
Komunitas penggembala nomaden etnis Fulani yang bermigrasi ke bagian selatan Nigeria telah dituduh mencuri hewan-hewan ternak dan menyerang penduduk petani lokal.
Kedatangan komunitas penggembala etnis Fulani ke wilayah selatan Nigeria diawali pada abad ke-18.
Kekerasan antara penggembala dan petani menjadi masalah serius di Nigeria, terutama di kawasan agraris di mana kedua pihak sering saling menuduh.
Banyak pemerintah provinsi, seperti Benue, telah mencoba menyelesaikan pertikaian dengan mengeluarkan undang-undang anti penggembalaan. Namun para penggembala merasa aturan itu tidak adil.
Pengamat mengatakan konflik itu disebabkan perebutan lahan yang makin sengit karena berkurangnya sumber daya alam dan menipisnya kekayaan danau Chad.