Dmitri Chirciu
07 Januari 2022•Update: 10 Januari 2022
NUR SULTAN, Kazakstan
Setidaknya 18 petugas keamanan tewas dalam kekerasan di Kazakhstan akibat protes kenaikan harga bahan bakar.
Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan pada Kamis mengatakan 2.298 orang telah ditahan di akibat demonstrasi dan 748 personel keamanan terluka.
Bentrokan meletus di Almaty, kota metropolitan terbesar di Kazakhstan, ketika pasukan keamanan berusaha mengamankan gedung-gedung pemerintah.
Pasukan keamanan Kazakh mengatakan sebelumnya bahwa puluhan pengunjuk rasa tewas ketika mereka berusaha mengambil alih gedung-gedung pemerintah di Almaty, kota metropolitan terbesar di Kazakhstan.
Situasi dilaporkan terkendali di kota-kota Shymkent dekat perbatasan dengan Uzbekistan dan Aktau yang terletak di pantai timur Laut Kaspia.
Presiden Kassym-Jomart Tokayev juga memberlakukan jam malam di Almaty, tempat ribuan orang turun ke jalan.
Protes mulai mengguncang Kazakhstan sejak 2 Januari akibat kenaikan harga bahan bakar minyak yang kemudian menyebar ke seluruh negeri.
Sebagai tanggapan, Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengumumkan keadaan darurat di ibu kota komersial Almaty dan wilayah Mangystau yang kaya minyak.
Tokayev juga menyetujui pengunduran diri pemerintah dan meminta dukungan dari Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) sebuah aliansi Eurasia dari negara-negara bekas Soviet.