Muhammad Abdullah Azzam
29 Mei 2019•Update: 31 Mei 2019
Adam Abu Bashal
ABUJA
Setidaknya 23 orang tewas dalam insiden serangan bersenjata di barat laut Nigeria.
Juru bicara Polisi negara bagian Zamfara, Muhammed Shehu mengatakan kepada Anadolu Agency, sekelompok pengendara sepeda motor bersenjata menyerang desa Tunga dan Kabaje di wilayah tersebut.
Shehu mengungkapkan sedikitnya 23 orang tewas dalam dua serangan itu, sementara itu banyak warga lainnya yang menderita luka-luka.
Shehu mengatakan polisi telah mengerahkan pasukan keamanan ke lokasi kejadian. Pihak berwenang telah memulai penyelidikan terkait insiden tersebut.
Penggunaan sepeda motor di beberapa negara bagian dilarang selama beberapa waktu karena adanya serangan bersenjata menggunakan sepeda motor. Terakhir Kamis lalu 20 orang menjadi korban serangan bersenjata oleh penyerang bermotor.
Komunitas penggembala nomaden etnis Fulani yang bermigrasi ke bagian selatan Nigeria telah dituduh mencuri hewan-hewan ternak dan menyerang penduduk petani lokal.
Kedatangan komunitas penggembala etnis Fulani ke wilayah selatan Nigeria diawali pada abad ke-18.
Kekerasan antara penggembala dan petani menjadi masalah serius di Nigeria, terutama di kawasan agraris di mana kedua pihak sering saling menuduh.
Banyak pemerintah provinsi, seperti Benue, telah mencoba menyelesaikan pertikaian dengan mengeluarkan undang-undang anti penggembalaan. Namun para penggembala merasa aturan itu tidak adil.
Pengamat mengatakan konflik itu disebabkan perebutan lahan yang makin sengit karena berkurangnya sumber daya alam dan menipisnya kekayaan danau Chad.