İqbal Musyaffa
05 Desember 2018•Update: 05 Desember 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Konferensi internasional World Zakat Forum (WZF) telah resmi dibuka pada hari ini di Melaka, Malaysia yang dihadiri 300 peserta dari 28 negara.
Konferensi yang dibuka Chief Minister of Melaka tersebut akan berlangsung hingga 7 Desember mendatang.
Sekretaris Jenderal World Zakat Forum Bambang Sudibyo dalam keterangan resmi, Rabu, mengatakan konferensi World Zakat Forum pada tahun ini mengangkat tema ‘Penguatan Kerja Sama Zakat Global Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat’.
“Tema ini digunakan saat penghimpunan zakat naik hingga menjadi bagian penting dan sumber keuangan syariah sosial yang sangat potensial,” ujar Bambang.
Manfaat zakat, menurut dia, harus signifikan dan strategis untuk meningkatkan ukhuwah (kebersamaan), persaudaraan, kolaborasi dan solidaritas di antara negara Muslim serta umat untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam mencapai tujuan bersama ini, lanjut Bambang, gerakan zakat global membutuhkan platform untuk merumuskan solusi efektif pada masalah multidimensi di dunia Islam.
"Pertama, esensi utama dari zakat seharusnya tidak hanya terbatas pada pemberantasan kemiskinan, tetapi juga untuk pemberdayaan umat. Kedua, untuk mengurangi kesulitan sosial-ekonomi di kalangan umat," ucap Bambang.
Bambang menambahkan zakat juga berfungsi untuk menyejahterakan umat dan mengangkat taraf hidup dunia Muslim.
“Zakat juga untuk menghidupkan kembali kejayaan Islam di berbagai aspek global,” imbuh dia.
Gagasan pendirian WZF, jelas dia, muncul sebagai tanggapan terhadap kebutuhan pengembangan gerakan zakat dunia.
Anggota WZF terus bertambah dan pada konferensi ke-7 tahun ini, WZF akan memiliki 28 negara anggota yang menunjukkan peningkatan minat dalam gerakan zakat dunia.
“Target jangka menengah kami adalah untuk memasukkan setidaknya semua 39 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI),” ujar Bambang.
Selain itu, Bambang menjelaskan dalam konferensi juga akan membahas kemungkinan memiliki keanggotaan asosiasi dengan menggandeng UNDP, UNICEF, Islamic Development Bank (IsDB) dan Bank Indonesia.
Bambang mengatakan konferensi ini berbeda dari sebelumnya, karena akan diadakan sesi diskusi tingkat tinggi oleh menteri dan pejabat yang bertanggung jawab atas urusan agama tentang upaya untuk mempromosikan kerja sama zakat antarnegara.
“Pada akhirnya konferensi ini diharapkan menghasilkan resolusi yang baik untuk memperkuat kerja sama zakat global di antara anggota WZF,” kata dia.
Acara konferensi juga akan dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dan Menteri Agama Malaysia Mujahid Yusof Rawa, serta 31 pembicara dari 16 negara seperti Inggris, India, Nigeria, Bosnia-Herzegovina dan Afrika Selatan.