Merve Gül Aydoğan Ağlarcı
30 Juli 2026•Update: 30 Juli 2026
Senat Amerika Serikat secara bulat menyatakan penolakan terhadap kemungkinan pemberian grasi atau pengampunan kepada Ghislaine Maxwell, yang sedang menjalani hukuman 20 tahun penjara atas keterlibatannya dalam jaringan perdagangan seks Jeffrey Epstein.
Laporan The Hill menyebutkan resolusi tersebut diajukan oleh Senator Partai Demokrat dari Nevada, Jacky Rosen, di tengah kekhawatiran bahwa Presiden Donald Trump dapat memberikan grasi kepada Maxwell.
"Sangat mengerikan jika Trump sampai mempertimbangkan pemberian grasi, bahkan sedetik pun, kepada seorang pelaku perdagangan seks yang telah divonis bersalah," kata Rosen dalam sidang Senat.
Resolusi tersebut tidak mengikat secara hukum, namun mencerminkan penolakan bipartisan di Kongres terhadap kemungkinan pemberian grasi kepada Maxwell.
Rosen juga mengkritik Jaksa Agung sementara Todd Blanche terkait penanganannya atas dokumen-dokumen kasus Epstein. Blanche sebelumnya mengatakan tidak akan merekomendasikan pemberian grasi kepada Maxwell, sementara Trump belum menutup kemungkinan tersebut.
Maxwell merupakan salah satu tokoh utama dalam kasus pelecehan seksual yang melibatkan Jeffrey Epstein.
Pada 2022, pengadilan Amerika Serikat memvonis Maxwell bersalah atas sejumlah kejahatan, termasuk perdagangan seks, dan menjatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat baru-baru ini merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen, 2.000 video, dan 180.000 gambar terkait Epstein berdasarkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein (Epstein Files Transparency Act), yang ditandatangani Trump menjadi undang-undang pada November lalu.
Dokumen tersebut mencakup foto, transkrip sidang dewan juri, serta catatan penyelidikan, meski banyak bagian masih disunting atau disamarkan.
Epstein ditemukan tewas akibat bunuh diri di sebuah penjara di New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan federal terkait perdagangan seks terhadap anak di bawah umur.