Muhammad Abdullah Azzam
20 Februari 2018•Update: 20 Februari 2018
Adham Kako
ANKARA
Setidaknya 30 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dalam serangan rezim Bashar al-Assad di Ghouta Timur.
Menurut laporan wartawan Anadolu Agency yang berada di lokasi kejadian, rezim Assad dan para pendukungnya melakukan serangan dari udara dan darat sejak pagi hari hingga sore, ke daerah pemukiman sipil di Ghouta Timur, seperti Duma, Harasta, Hammuriyah, Misraba, Marj, Sakba, Jisrin, Kafr Batna, Ain’ Tarma dan Chifoniyah.
Menurut Pertahanan Sipil (White Belts), serangan udara terhadap distrik Hammuriyah telah menewaskan 20 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Selain itu 7 warga sipil tewas dalam serangan udara dan darat di Sakba, sedangkan serangan udara di Jisrin juga menewaskan 3 warga sipil.
Para korban luka-luka telah dilarikan ke pusat kesehatan terdekat oleh Tim Pertahanan Sipil.
Tim Pertahanan Sipil memperingatkan bahwa serangan tersebut masih terus berlanjut. Dikhawatirkan jumlah korban tewas akan terus bertambah.
Sejak 14 November 2017, Pasukan rezim mengintensifkan serangan terhadap permukiman sipil di Ghouta Timur.
Menurut tim Pertahanan Sipil, sejumlah 337 warga sipil, termasuk 12 anggota Pertahanan Sipil, tewas dalam serangan-serangan yang diluncurkan oleh rezim Assad ke Ghouta Timur sepanjang tahun 2017.
Ghouta Timur yang terletak di pinggiran kota Damaskus merupakan rumah bagi sekitar 400.000 penduduk yang setengahnya merupakan anak-anak.
Sejak akhir 2012, daerah tersebut tersebut masih berada di bawah kepungan rezim Assad.
Ghouta Timur juga termasuk dalam zona de-eskalasi - yang didukung oleh Turki, Rusia, dan Iran - di mana tindakan agresi dilarang keras.
Meski begitu, rezim semakin memperketat blokade Ghouta Timur sejak April 2017.