Maria Elisa Hospita
22 Februari 2018•Update: 22 Februari 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Hampir 3.000 tunawisma terdata di ibu kota Prancis, Paris, kata wakil walikota Paris, Rabu.
"Untuk pertama kalinya, pemerintah memutuskan untuk menghitung jumlah tunawisma, dan hampir 3.000 orang telantar di jalanan Paris," ungkap Paris Bruno Julliard dalam konferensi pers.
Dia menekankan bahwa jumlah tersebut kemungkinan masih jauh dari angka sebenarnya.
Kamis malam, sekitar 2.000 sukarelawan dan pejabat turun ke jalanan untuk menghitung orang-orang yang tidur di jalanan, lahan parkir, stasiun, maupun yang dirawat di rumah sakit karena kesehatannya terganggu.
"Kami belum menghitung mereka yang tidur di mobil atau tangga-tangga bangunan. Kami tidak membangunkan para tunawisma, dan tidak melongok ke dalam tenda yang bisa saja dihuni oleh beberapa orang," jelas Julliard.
Beberapa organisasi kesejahteraan sosial memperkirakan jumlah tunawisma mencapai 5.000 jiwa bahkan lebih.
Data terakhir mengenai tunawisma Prancis berasal dari INSEE tahun 2012 yang mencatat 143.000 tunawisma di Prancis.
Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya bertekad bahwa pada akhir 2017 tidak akan ada lagi yang tidur di jalanan.
"Kami telah gagal dalam hal ini," ujar Macron, pekan lalu, yang mengaku kewalahan menanggulangi kedatangan migran dan pengungsi dari Afrika dan Asia Selatan yang pada akhirnya tidur di jalanan.