Muhammad Abdullah Azzam
08 Februari 2018•Update: 08 Februari 2018
Selen Temizer
ANKARA
Rezim Bashar al-Assad sudah menewaskan setidaknya 33 warga sipil dalam berbagai serangan udara dan darat di daerah Ghouta Timur, Damaskus, ibu kota Suriah, Rabu.
Wartawan Anadolu Agency di lapangan melaporkan bahwa rezim Assad telah melakukan serangan udara dan darat secara intens terhadap wilayah tersebut sejak Rabu pagi.
Menurut sumber Pertahanan Sipil (White Helmets), bombardir roket pasukan rezim menewaskan 12 orang di distrik Duma, 10 orang di Bait Sawa, 11 orang di Hammuriyah di Ghouta Timur.
Tim Pertahanan Sipil memperingatkan bahwa serangan tersebut masih terus berlanjut. Dikhawatirkan jumlah korban tewas akan terus bertambah.
Dalam tiga hari terakhir, jumlah warga sipil yang tewas mencapai 107 orang.
Sejak 14 November 2017, Pasukan rezim mengintensifkan serangan terhadap permukiman sipil di Ghouta Timur.
Menurut tim Pertahanan Sipil, sejumlah 337 warga sipil, termasuk 12 anggota Pertahanan Sipil, tewas dalam serangan-serangan yang diluncurkan oleh rezim Assad ke Ghouta Timur sepanjang tahun 2017.
Ghouta Timur yang terletak di pinggiran kota Damaskus merupakan rumah bagi sekitar 400.000 penduduk yang setengahnya merupakan anak-anak.
Sejak akhir 2012, daerah tersebut tersebut masih berada di bawah kepungan rezim Assad. Ghouta Timur juga termasuk dalam zona de-eskalasi - yang didukung oleh Turki, Rusia, dan Iran - di mana tindakan agresi dilarang keras.
Meski begitu, rezim semakin memperketat blokade Ghouta Timur sejak April 2017.