Muhammad Abdullah Azzam
07 Januari 2020•Update: 08 Januari 2020
Muhammet Kurşun
ANKARA
Sedikitnya 35 orang tewas dan 48 orang lainnya terluka setelah massa berdesak-desakan selama upacara pemakaman jenderal Iran Qasem Soleimani di provinsi Kerman, Iran, menurut laporan televisi Iran.
Ketua Badan Bantuan Darurat Iran Pir Hussein Kulivend mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa banyak orang tewas dan terluka dalam acara pemakaman tersebut.
Namun Kulivend tak memberikan informasi apa pun terkait korban tewas maupun luka-luka.
Sementara televisi pemerintah Iran melaporkan 35 orang tewas dan 48 lainnya terluka karena berdesak-desakan selama pemakaman Soleimani di provinsi Kerman.
Akibat desak-desakan itu, upacara pemakaman dihentikan dan proses pemakaman Soleimani ditunda selama beberapa waktu.
Soleimani, kepala pasukan Quds elit Pengawal Revolusi Iran, tewas dalam serangan drone AS di Irak pada Jumat lalu.
Soleimani, komandan Pasukan Quds Pengawal Revolusi Islam, bersama Abu Mahdi al-Muhandis, komandan senior pasukan Hashd al-Shaabi Irak, dan delapan orang lainnya terbunuh ketika sebuah drone AS menyerang konvoinya di dekat bandara Baghdad Jumat pagi.
Pembunuhan Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015.
Iran berjanji akan membalas dendam atas pembunuhan Soleimani dan mengumumkan pada Minggu bahwa mereka akan berhenti mematuhi perjanjian nuklir 2015.
Presiden AS Trump mengancam akan menargetkan berbagai target di Iran.