Nani Afrida
17 November 2019•Update: 18 November 2019
Lokman İlhan
BOGOTA, Kolombia
Empat orang tewas dalam kekerasan pasca-pemilihan presiden di Bolivia, Sabtu.
Empat produsen koka tewas dan 115 luka-luka di distrik Sacaba di provinsi Chapare, menurut polisi setempat.
Dua ratus orang ditangkap selama bentrokan.
Bentrokan antara polisi dan mantan pendukung Presiden Evo Morales meningkat.
Jumlah korban tewas meningkat menjadi 18 orang dan 500 orang terluka di tengah kekacauan di Bolivia.
Kondisi itu menyebabkan Bolivia mengalami krisis karena aksi demonstrasi terus menerus yang memprotes hasil pemilihan presiden bulan lalu di mana Morales menyatakan kemenangan untuk masa jabatan keempat.
Demonstran turun ke jalan, meyakini bahwa hasil pemilu itu curang.
Morales mengundurkan diri pada 10 November di bawah tekanan dari militer.
Setelah mengundurkan diri, dia meminta suaka politik dari Meksiko.
Sebelum pergi, lewat twitternya dia menyatakan akan kembali ke Bolivia dengan lebih banyak "kekuatan dan energi."
Sementara itu, anggota parlemen oposisi Jeanine Anez menyatakan dirinya sebagai presiden sementara.