KARACHI, Pakistan
Sedikitnya 40 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam dugaan serangan bom bunuh diri menjelang pertemuan di ruangan terbuka di barat laut Pakistan pada Minggu, lapor polisi.
Ledakan terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat (1200GMT), satu jam sebelum acara dimulai di distrik Bajaur, yang terletak di dekat perbatasan dengan Afghanistan, kata pihak polisi.
Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Jamiat Ulama Islam (JUI), mitra koalisi di bawah pemerintah federal.
Kepala Kepolisian Daerah Nasir Satti mengatakan kepada wartawan bahwa ledakan keempat dalam waktu kurang dari tiga minggu terakhir di provinsi barat laut Khyber Pakhtunkwa itu tampaknya merupakan aksi serangan bom bunuh diri.
Pejabat kesehatan kabupaten Dr. Faisal Kamal mengatakan kepada wartawan bahwa lebih dari 40 jenazah telah diangkut ke rumah sakit pemerintah setempat.
Sebelumnya, Menteri Penerangan Provinsi Feroz Jamal mengatakan kepada wartawan bahwa ada lebih dari 200 orang terluka.
Pejabat kesehatan mengkhawatirkan jumlah korban tewas bisa meningkat, karena beberapa korban luka berada dalam kondisi kritis.
Di antara korban yang tewas terdapat ketua JUI lokal Maulana Ziaullah. Seorang juru kamera dari penyiar lokal Geo News juga terluka parah.
Helikopter telah dikirim untuk mengevakuasi korban luka kritis ke ibu kota provinsi Peshawar dan rumah sakit lainnya.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengutuk insiden itu, dan mengarahkan pasukan keamanan untuk membawa para teroris yang terlibat dalam ledakan itu ke pengadilan.
Rekaman yang ditayangkan di penyiar lokal Samaa News menunjukkan anggota JUI dan petugas penyelamat membawa jenazah dan korban luka-luka ke ambulans saat kepulan asap mengepul ke udara.
Video lain menunjukkan ambulans yang membunyikan klakson membawa jenazah dan korban luka ke rumah sakit, sementara beberapa korban luka dibawa oleh petugas JUI ke fasilitas kesehatan.
Gelombang serangan yang meningkat
Hafiz Hamdullah, senator dari JUI, mengatakan anggota partai sedang menggelar pawai terbuka saat ledakan terjadi.
Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
JUI telah lama menjadi sasaran Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) karena menentang serangan bunuh diri dan serangan teroris terhadap pasukan keamanan Pakistan.
Ketua JUI dan mantan pemimpin oposisi Maulana Fazl-ur-Rehman lolos dari dua dugaan serangan bunuh diri pada 2011 dan 2014.
Pakistan mengalami peningkatan serangan teroris sejak Taliban kembali berkuasa di negara tetangga Afghanistan pada Agustus 2021.
Islamabad menuduh gerilyawan TTP "yang berbasis di Afghanistan" berada di balik serangan itu, tuduhan yang dibantah oleh pemerintahan sementara Taliban, yang mengutuk serangan pada hari Minggu itu.
Taliban di Afghanistan kutuk serangan
Taliban Afghanistan mengutuk serangan teroris itu, menyebutnya sebagai tindakan "kriminal".
Zabihullah Mujahid, juru bicara pemerintah sementara Afghanistan, mengatakan, "Aksi kriminal semacam ini tidak pernah bisa dibenarkan."
Mujahid menyatakan kesedihan atas jatuhnya banyak korban jiwa dalam serangan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan salah satu pengurus JUI.
Dia juga berdoa untuk pemulihan cepat bagi mereka yang terluka.
'Turkiye akan terus dukung Pakistan'
Kementerian Luar Negeri Turkiye pada Minggu menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas serangan mematikan tersebut, dan mengutuk keras serangan teror tersebut.
"Turkiye akan terus mendukung Pakistan yang bersahabat dalam perang melawan terorisme," kata Ankara dalam sebuah pernyataan.
Kemlu Turkiye juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga serta orang-orang dan pemerintah Pakistan yang telah dianggap sebagai saudara rakyat Turkiye.news_share_descriptionsubscription_contact
