05 Juli 2017•Update: 06 Juli 2017
Pasukan militer Afghanistan membunuh 54 tersangka pejuang Taliban pada serangan di selatan propinsi Helmand Minggu malam, dalam upaya mereka merebut kembali wilayah, menurut pernyataan pemerintah daerah Senin.
Pemerintahan daerah yang berpusat di kota Lashkargah mengatakan serangan tersebut menargetkan persembunyian Taliban di distrik Nawa.
Dengan dukungan pasukan sekutu, pasukan Afghan juga meluncurkan serangan darat untuk mengambil kembali wilayah itu dari tangan Taliban.
"Tiga komandan Taliban - Haji Ahmad, Faizi dan Haqbeen - di antara mereka yang tewas," bunyi pernyataan itu, yang juga mengatakan telah membebaskan sebagian besar distrik Nawa.
Juru bicara kepolisian propinsi Abdul Salam mengatakan kepada Anadolu Agency pasukan khusus Afghan menewaskan 42 militan dan melukai 27 lainnya dalam serangan tersebut.
"Tujuan kami mengambil kembali wilayah yang direbut dan menumpaskan ancaman di ibukota propinsi, Lashkargah," kata Salam.
Sekitar 12 orang terduga militan lainnya tewas dalam serangan serupa pada persembunyian di sekitar kota Lashkargah, kata juru bicara, yang menambahkan tidak ada korban dari sisi militer dan warga selama serangan di distrik Nawa dan wilayah Bolan di sekitaran ibukota propinsi.
Pada Minggu, Menteri Pertahanan Afghanistan berjanji akan merebut kembali semua wilayah yang jatuh ke tangan Taliban dengan serangkaian serangan bernama "Khalid Offensives". Kementerian mengatakan delapan distrik di negara tersebut masih dibawah kuasa militan.
Namun, pengawas khusus asal AS untuk pembangunan Afghanistan mengestimasi bahwa Taliban masih menguasai 11 distrik dan berpengaruh di 34 dari 407 distrik di Afghanistan (11 persen), sedangkan pemerintahan Afghan memegang 97 distrik dan berpengaruh di 146 (60 persen).
Dalam laporan terbaru mereka kepada AS, para pengawas mengatakan hingga 27 persen distrik Afghanistan masih diperebutkan.
Propinsi Helman masih menjadi benteng pertahanan Taliban, kelompok yang meluncurkan pemberontakan bersenjata melawan pasukan Afghan dan sekutu semenjak rezim mereka digulingkan pada 2001.