02 Agustus 2017•Update: 03 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia merupakan kawasan rawan bencana dan sudah mengalami berbagai bencana mulai dari gempa, banjir, gunung meletus hingga tsunami dasyat. Tidak heran negara rawan bencana memutuskan menimba ilmu ke Indonesia untuk yang satu ini. Sejak awal Juli 2017, Pemerintah Indonesia telah memberikan pelatihan penanganan multi bencana kepada badan metereologi dari 6 negara Pasifik selama 3 pekan, demikian yang dikatakan pihak Badan Meteologi dan Geofisika (BKMG).
Enam negara tersebut adalah Fiji, Papua Nugini, Samoa, Kepulauan Salomon, Vanuatu dan Tonga. Keenam negara itu termasuk kawasan rawan bencana karena lokasinya dikepung Laut Pasifik.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya mengatakan program pelatihan ini merupakan implementasi dari kesepakatan yang dilakukan Oktober tahun lalu.
“Latihan ini merupakan rangkaian kegiatan penguatan penilaian resiko multi bencana dan deteksi dini bencana menggunakan sistem informasi ruang dan geografis,” ujar Andi, yang sekaligus Presiden the World Meteorology Organization ini, Selasa, di Jakarta.
Tindak lanjut pelatihan, peserta akan membuat rencana aksi masing-masing negara dan dibantu fasilitator dari BMKG. Selain itu, BMKG juga akan membuat proyek resiko multi bencana dan sistem deteksi dini di Vanuatu, Kepulauan Salomon dan Tonga Oktober mendatang.
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan Indonesia memiliki pengalaman penanganan bencana alam. Mitigasi bencana dan penggunaan teknologi terus dilakukan mengingat Indonesia memiliki wilayah yang luas dan berada di ring of fire gunung berapi sekaligus berada di pertemuan lempeng bumi.
“Kami ingin berbagi pengalaman tersebut dan berharap peserta bisa mengaplikasikan itu di negara masing-masing. Kami ingin anda terus belajar dan menguasai teknologi penanganan dini bencana agar tidak jadi obyek kolonialisasi dari negara lain,” ujar Luhut, dalam kunjungan kedua belas peserta di kantor Kementerian Maritim, Jakarta, Selasa.