Pizaro Gozali
16 Mei 2018•Update: 16 Mei 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Ormas Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, mendesak agar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar sidang luar biasa menyusul sedikitnya 62 korban meninggal dunia dalam demonstrasi di Jalur Gaza.
Muhammadiyah menyatakan PBB harus meminta pertanggungjawaban Israel karena sudah tidak memperlakukan bangsa Palestina sebagai manusia.
“Israel harus diberikan sanksi yang keras,” jelas Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Bidang Hubungan dan Kerja Sama Internasional Muhyiddin Junaidi saat dihubungi Anadolu Agency, Rabu, di Jakarta.
Muhammadiyah juga menyayangkan sikap negara-negara Arab yang diam terhadap pembantaian warga Palestina di Jalur Gaza.
“Kita tidak bisa berharap dari negara Arab, karena mereka kini menghadapi problem internal dari dalam negeri mereka sendiri,” jelas Muhyiddin.
Muhyiddin menjelaskan kini hanya Turki, Indonesia, dan Yordania yang bisa diharapkan dalam merespons tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza. Sebab, kata dia, ketiga negara tersebut adalah sahabat Palestina.
Untuk itu, Muhyiddin berharap PBB memberikan tempat bagi perwakilan negara Islam dalam Dewan Keamanan.
“Umat Islam itu jumlahnya 1,8 miliar. Sehingga jika ada persoalan ini [Palestina], mereka [negara Islam] saja yang menentukan,” jelas Muhyiddin.
Untuk membantu bangsa Palestina yang sedang diterpa krisis kemanusiaan, Muhyiddin menyampaikan Muhammadiyah akan segera mengirimkan bantuan kemanusiaan.
“Setelah kasus Rohingya, kita akan fokus pada bantuan kemanusiaan kepada bangsa Palestina. Relawan Muhammadiyah dalam waktu dekat akan berangkat,” jelas Muhyiddin.