Muhammad Abdullah Azzam
27 Maret 2019•Update: 28 Maret 2019
Gamze Türkoğlu Oğuz
PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
Serangan udara yang dilancarkan ke sebuah rumah sakit di pedesaan di barat laut Yaman menewaskan tujuh orang, empat di antaranya adalah anak-anak.
Yayasan Save the Children mengirimkan sebuah pernyataan tertulis kepada kantor berita Associated Press bahwa sebuah rudal kemarin menghantam sebuah pompa bensin yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Kitaf yang berjarak 100 km dari kota Saada.
“Serangan udara yang terjadi kemarin pagi itu menewaskan tujuh orang dan melukai delapan lainnya,” ungkap Yayasan Save the Children yang menyatakan pihaknya memberikan bantuan kepada rumah sakit yang terkena serangan udara itu.
Direktur yayasan tersebut, Helle Thorning-Schmidt berkata, "Kami terkejut dengan serangan kejam ini.”
Serangan tersebut menargetkan rumah sakit di wilayah padat penduduk sipil, menewaskan anak-anak tak berdosa dan petugas kesehatan.
“Serangan seperti itu merupakan pelanggaran hukum internasional," ungkap Thorning-Schmidt.
Thorning-Schmidt menyerukan penangguhan penjualan senjata terhadap pihak-pihak yang berkonflik di Yaman. Selain itu dia juga mendesak penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.
"Kita harus mengakhiri perang yang menjadikan anak-anak sebagai sasaran," ujar Thorning-Schmidt.
Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak tahun 2014, ketika Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk Sanaa.
Krisis meningkat setahun kemudian, ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.
Menurut PBB, sejak saat itu, puluhan ribu warga Yaman diyakini tewas dalam konflik tersebut, sementara 14 juta lainnya menghadapi bencana kelaparan.