Muhammad Nazarudin Latief
03 Agustus 2018•Update: 04 Agustus 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Jemaah haji asal Indonesia yang sudah berada di tanah suci hingga kini sudah mencapai 261 kloter atau sekitar 105 ribu jemaah.
Kepala bidang Kesehatan Arab Saudi Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Melzan Dharmayuli mengatakan sebanyak 71 ribu jemaah haji di antaranya berisiko tinggi secara kesehatan dan sedang dalam perawatan tenaga medis.
Gelombang 2 jemaah haji Indonesia terus berdatangan dari Bandara King Abdul Aziz di Jeddah menuju Makkah. Sementara jemaah gelombang 1 terus bergerak dari Madinah ke Makkah.
“Kami terus ingatkan tentang kesehatan dalam menjalankan ibadah haji,” ujar dia dalam siaran persnya, Jumat.
Jemaah diminta selalu menggunakan penutup kepala seperti payung, topi atau sorban untuk mengurangi paparan sinar matahari. Kemudian mengenakan masker saat beraktivitas di luar pondokan, memperbanyak minum, rajin makan buah dan sayur, dan gunakan alas kaki.
Jemaah juga diingatkan untuk rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta dari toilet.
Saat ini, jemaah yang baru datang masih sangat bersemangat beribadah. Namun rentang perjalanan ibadah haji ini masih lama, jemaah harus berangkat ke Arafah dan berlanjut ke Madinah.
Puncak ibadah haji yaitu wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada 20 Agustus mendatang. Namun rencana tersebut menyesuaikan keputusan Kerajaan Arab Saudi.
Jemaah haji Indonesia mulai pulang pada 27 Agustus, dari jalur Jedah ke Indonesia.
Menurut Melzan, lebih dari 36 ribu Jemaah mendapat perawatan jalan oleh TKHI oleh tim kesehatan mobile.
Hingga kini, 21 orang jemaah telah wafat, sebagian besar karena penyakit jantung (cardiovascular disease)