Ahmet Gencturk
15 Juni 2023•Update: 19 Juni 2023
ATHENA
Setidaknya 79 orang tewas akibat tenggelamnya kapal nelayan yang berisi migran gelap di lepas pantai barat daya Yunani, lapor media lokal pada Rabu.
Sedikitnya 104 migran berhasil diselamatkan, tetapi jumlah korban tewas dikhawatirkan dapat bertambah karena para penyintas mengatakan kapal itu membawa hingga 700 migran, kebanyakan dari Pakistan, Mesir dan Suriah, kata lembaga penyiaran publik Yunani ERT.
Beberapa orang yang selamat mengatakan bahwa banyak wanita dan anak-anak termasuk di antara penumpang.
Pasukan Penjaga Pantai Yunani mencatat bahwa sulit untuk menentukan dengan tepat berapa banyak migran yang ada di dalamnya.
Otoritas Yunani sedang menyelidiki tiga orang yang selamat atas dugaan perdagangan manusia, yang menarik perhatian dengan sikap santai mereka setelah diselamatkan dan dibawa ke kota Kalamata.
Semua yang diselamatkan akan diwawancarai sebagai bagian dari penyelidikan awal untuk menjelaskan penyebab tragedi tersebut, kata ERT.
Presiden Yunani Katerina Sakellaropoulou mengunjungi daerah tempat penampungan para migran.
Menanggapi tragedi tersebut, mantan Perdana Menteri dan pemimpin Partai Demokrasi Baru Kyriakos Mitsotakis mengatakan "insiden tersebut menyoroti fakta paling dramatis bahwa masalah migrasi tetap menjadi masalah yang membutuhkan kebijakan Eropa yang kohesif" dan dia juga menyalahkan "jaringan kriminal tercela yang memperdagangkan orang yang putus asa.”
Pemimpin partai oposisi utama SYRIZA, Alexis Tsipras, juga mengatakan: “Momen ini menuntut agar kita memprioritaskan kemanusiaan dan mendukung para penyintas kapal yang karam, sambil mengintensifkan setiap upaya untuk menemukan mereka yang hilang.”
Juru bicara kantor Perdana Menteri Yunani Ioannis Sarmas mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari untuk menghormati para korban.