08 September 2017•Update: 08 September 2017
Furkan Naci Top
ATHENA
Menurut data terbaru dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, sejumlah pengungsi dari Turki baru-baru ini telah sampai ke kepulauan Yunani.
Selama bulan Agustus saja, sedikitnya 3.695 pengungsi telah masuk ke kepulauan Yunani. Jumlah ini adalah yang tertinggi sejak Maret 2016, ketika Uni Eropa (UE) dan Turki menandatangani kesepakatan untuk mencegah migrasi massal ke Eropa.
Kesepakatan tersebut memungkinkan masuknya kembali "imigran gelap" dari Yunani ke Turki, sebagai ganti dari pemindahan pengungsi Suriah ke UE.
UE telah menjanjikan Turki untuk mempercepat proses aksesi Turki ke Uni Eropa dan juga mengizinkan perjalanan bebas visa untuk warga Turki di wilayah Schengen jika Ankara telah memenuhi 72 persyaratan yang ditetapkan oleh UE.
Sebelumnya, pihak berwenang Turki mengatakan bahwa kesepakatan tersebut bisa saja batal jika UE gagal memfasilitasi Ankara dengan liberilasi visa yang dijanjikan berlaku mulai akhir tahun ini.
Hampir 2.000 pengungsi menyeberang ke kepulauan Yunani setiap bulannya.
Ratusan ribu jiwa menempuh perjalanan singkat namun berbahaya melintasi Laut Aegea untuk sampai ke utara dan barat Eropa. Ratusan orang dilaporkan tewas dalam perjalanan karena sejumlah kapal pengangkut tenggelam atau terbalik.