Maria Elisa Hospita
12 November 2018•Update: 12 November 2018
Qays Abu Samra
RAMALLAH, Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Minggu mengatakan serangkaian konspirasi dirancang untuk menjatuhkan Palestina.
"Palestina sedang melalui masa-masa sulit," kata Abbas setelah meletakkan karangan bunga di makam pemimpin ikonik Yasser Arafat di Tepi Barat, Ramallah.
"Mereka tidak menginginkan negara atau entitas bagi rakyat kami. Kami akan terus berjuang sampai hak-hak rakyat Palestina untuk memutuskan nasib mereka dan membangun negara merdeka tercapai," tambah dia.
Pada Desember, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikecam dunia setelah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Yerusalem masih menjadi poros konflik Timur Tengah, karena Palestina mengharapkan Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.
Untuk menandai 14 tahun kematian Arafat, Palestina mengadakan sejumlah kegiatan di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada Minggu.
Pada 11 November 2004, Arafat meninggal di Prancis pada usia 75 tahun. Sampai sekarang, para dokter tidak dapat menentukan penyebab pasti kematiannya.
Palestina menuduh Israel meracuni Arafat, sebuah klaim yang kemudian dibantah oleh Tel Aviv.