Hamza Rezzoug, Gulsen Topcu
22 April 2018•Update: 23 April 2018
Hamza Rezzoug, Gulsen Topcu
RAMALLAH, Palestina
Palestina tidak akan membiarkan negara manapun memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem, kata Presiden Mahmoud Abbas pada Sabtu.
Menurut kantor berita resmi WAFA, Abbas mengatakan pemerintahan Palestina "tidak akan membolehkan Presiden AS Donald Trump atau siapapun menjadikan Yerusalem ibu kota Israel".
"Pemerintah Palestina akan memerangi keputusan Trump itu dan tidak membiarkan negara manapun memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem hingga isu Palestina-Israel terpecahkan."
Menegaskan perlunya solusi dua negara, Abbas melanjutkan: "Yerusalem Timur adalah tempat lahirnya tiga agama Abrahamik - Islam, Kristiani, dan Yahudi. Para penganut bisa ke sini untuk beribadah dan menunaikan kewajiban keagamaan mereka. Kami selalu mengatakan Yerusalem Timur adalah ibu kota negara kami dan terbuka bagi semua agama."
Abbas juga mengajak warga Arab dan umat Muslim mengunjungi wilayah-wilayah yang dijajah, khususnya Yerusalem.
Pada 6 Desember 2017, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, memantik amarah dunia dan protes massal di teritori Palestina.