Cüneyt Karadağ
17 Juni 2021•Update: 17 Juni 2021
BERLIN
Sisi gelap organisasi teroris PKK sekali lagi terungkap dalam laporan tahun 2020 tentang Lembaga Perlindungan Konstitusi Jerman, yang bertanggung jawab atas intelijen domestik di negara tersebut.
Kekerasan tetap menjadi pilihan aksi strategis PKK, ungkap laporan setebal 420 halaman yang dipublikasikan oleh Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer.
PKK masih merupakan kelompok ekstremis asing terbesar di Jerman, kata laporan itu, mencatat bahwa organisasi teror tersebut mampu menggunakan kekerasan di negara itu jika dianggap perlu.
Laporan yang memuat 12 halaman untuk PKK itu mengungkapkan keanggotaan kelompok teror di 14.500 di Jerman dan mengatakan bahwa mereka telah mengumpulkan USD23,3 juta dalam bentuk bantuan dan pemerasan.
Sejak 2013, setidaknya 290 orang telah melakukan perjalanan dari Jerman ke Turki, Irak utara dan Suriah utara untuk bergabung dengan teroris PKK, di mana 32 dari mereka telah tewas dan 150 kembali ke Jerman, kata laporan itu.
Organisasi teroris itu mencuci otak kaum muda di Jerman dan merekrut lebih banyak anggota dengan menggunakan media sosial, ungkap laporan itu.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.