Marıa Elısa Hospıta
19 Januari 2020•Update: 21 Januari 2020
Sumeyye Ozer, Mahmut Geldi
BEIRUT
Sekitar 80 dari 220 pengunjuk rasa yang terluka dilarikan ke rumah sakit setelah bentrok dengan pasukan keamanan di luar gedung parlemen Lebanon pada Sabtu,
Menurut Palang Merah Lebanon, 140 orang yang terluka menjalani rawat jalan.
Para demonstran memenuhi jalan-jalan di Kota Beirut untuk memprotes situasi ekonomi dan politik negara itu.
Mereka melemparkan batu dan botol ke pasukan keamanan yang merespons dengan tembakan meriam air dan gas air mata.
Kericuhan itu adalah kali pertama sejak aksi protes digelar pada17 Oktober.
Presiden Michel Aoun telah meminta kementerian pertahanan dan kementerian dalam negeri untuk melindungi properti publik maupun pribadi dan mencegah pemberontakan.
"Saya selalu menekankan hak untuk berdemonstrasi secara damai. Namun aksi protes kali ini berubah menjadi serangan terbuka terhadap pasukan keamanan dan properti publik maupun pribadi. Ini sama sekali tidak bisa diterima," tegas Menteri Dalam Negeri Raya el-Hassan lewat Twitter.
Lebanon menderita angka pengangguran tinggi, pertumbuhan lambat, dan salah satu negara dengan rasio utang tertinggi di dunia.
Menurut Kementerian Keuangan, beban utang mencapai USD86,2 miliar pada kuartal pertama 2019.
*Ditulis oleh Sena Guler