Ibrahim Saleh
04 Juni 2018•Update: 04 Juni 2018
Ibrahim Saleh
BAGHDAD
Ulama terkemuka Syiah Muqtada al-Sadr telah memberi pemerintah Irak waktu beberapa hari untuk menyelesaikan masalah air dan listrik di negara itu.
Koalisi Sairoon Al-Sadr diketahui berhasil memenangkan kursi terbanyak di parlemen Irak selama pemilihan parlemen bulan lalu.
"Jika kemenangan [elektoral] kami adalah awal untuk membalas dendam dari rakyat Irak, saya tidak akan membiarkan itu terjadi," kata al-Sadr dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.
"Saya yakin bahwa tidak memberikan hak air dan listrik untuk masyarakat tidak akan membuat mereka berlutut," katanya.
"Kami memberikan pemerintah beberapa hari untuk melihat masalah air dan listrik, atau mengizinkan kami bekerja untuk mendapatkan kembali hak kami," kata pemimpin Syiah itu.
Parlemen Irak diperkirakan akan mengadakan sesi khusus untuk membahas masalah kekurangan air di negara itu.
Selama beberapa bulan ke belakang, sudah banyak provinsi Irak yang berdemonstrasi atas pasokan listrik yang memburuk, terutama selama musim panas.