Hussein Elkabany
04 Juni 2018•Update: 05 Juni 2018
Hussein Elkabany
KAIRO
Liga Arab menuding Israel sengaja membunuh seorang paramedis Palestina berusia 21 tahun di Jalur Gaza, Minggu.
Perempuan bernama Razan al-Najar itu tewas setelah ditembak di dada oleh penembak jitu Israel pada hari Jumat, saat dia berlari menolong warga Palestina yang terluka di kota Khan Younis di Jalur Gaza Selatan.
"Otoritas pendudukan Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas pembunuhan paramedis tersebut," kata Liga Arab yang berbasis di Kairo itu dalam sebuah pernyataan.
Liga Arab juga meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Palang Merah dan badan medis dunia lainnya untuk menyeret mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan dan "meminta dengan paksa Israel agar menghormati perjanjian internasional mengenai keselamatan dokter dan tenaga medis".
Mereka juga mendesak PBB dan organisasi internasional lainnya untuk "menyelidiki kejahatan Israel dan mengadili mereka untuk bertanggung jawab atas kejahatan yang telah mereka lakukan."
Demonstrasi damai telah diadakan sejak akhir Maret di Jalur Gaza, wilayah yang telah mengalami krisis kemanusiaan besar-besaran akibat blokade Israel selama lebih dari satu dekade.
Sejak aksi massa di Gaza dimulai pada 30 Maret lalu, lebih dari 120 demonstran Palestina telah menjadi martir dan ribuan lainnya mengalami luka-luka oleh tembakan tentara Israel.
Tentara Israel menggunakan amunisi hidup terhadap warga sipil yang menuntut pengembalian kota-kota dan desa-desa mereka di wilayah Palestina lama, serta mengakhiri blokade ilegal Israel yang telah diberlakukan di Gaza sejak 2006.
Banyak warga Palestina yang diwawancarai oleh Anadolu Agency telah menggambarkan Razan al-Najar sebagai paramedis muda yang juga menjadi "malaikat penjaga" karena membantu banyak demonstran yang terluka oleh tembakan Israel selama protes anti-pendudukan.