Muhammad Abdullah Azzam
30 Juni 2018•Update: 01 Juli 2018
Abdel Razek Abdallah, Safiye Karabacak
Aljazair
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bulan Sabit Merah Aljazair, 400 orang pengungsi dari pusat suaka sebelah barat ibu kota Aljazair naik kendaraan menuju kota Tamanrasset, dekat perbatasan Niger, kemarin malam.
Rombongan pengungsi yang didampingi tim keamanan, pertahanan sipil dan kesehatan, akan melakukan perjalanan 2000 kilometer untuk mencapai kota Tamanrasset.
Sejak 2014, Aljazair telah memulangkan kembali pengungsi dari Niger dan Mali.
Menteri Dalam Negeri Aljazair, Nureddin Bedevi, menerangkan pada Maret lalu bahwa negaranya secara bertahap telah memulangkan 27.000 pengungsi Afrika sejak 2014.
Berdasarkan data resmi, terdapat sekitar 25.000 imigran dari sepuluh negara Afrika di Aljazair. Namun menurut media angka imigran di Aljazair mencapai 50.000 orang.
Organisasi hak asasi manusia internasional telah meminta Aljazair untuk menghentikan pemulangan kembali para pengungsi yang berasal dari selatan.
Namun pemerintah Aljazair beralasan, adanya jaringan kriminal di balik migrasi massal tersebut merupakan ancaman bagi keamanan nasional.
Kepala Departemen Imigrasi, Kementerian Dalam Negeri Aljazair, Hasan Kasımi, dalam pernyataannya Mei lalu mengungkapkan terdapat sekitar 90.000 imigran gelap yang datang ke Aljazair setiap tahunnya dan hal ini dipandang sebagai sumber kekhawatiran oleh pihak berwenang.