Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 November 2019•Update: 27 November 2019
Muhammet Kursun
TEHERAN
Amnesty International mengatakan setidaknya 143 warga Iran tewas sejak protes dimulai awal November untuk menentang keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar.
Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Senin, organisasi hak asasi manusia itu mengatakan bahwa mereka percaya jumlah korban jiwa sebenarnya lebih tinggi dan akan terus menyelidikinya.
Amnesty mendesak masyarakat internasional untuk mengutuk penggunaan kekerasan yang berlebihan oleh pasukan keamanan Iran.
"Respon masyarakat internasional yang berhati-hati dan bisu terhadap pembunuhan para demonstran yang melanggar hukum sangat tidak cukup," tegas organisasi itu.
Amnesty mengatakan dalam banyak kasus, pihak berwenang Iran menolak untuk mengembalikan jenazah para korban ke keluarga mereka.
"Sementara dalam beberapa kasus, pasukan keamanan telah memindahkan jenazah dari kamar mayat ke lokasi yang tidak diketahui," tambahnya.
Menurut organisasi itu, penggunaan senjata api menjadi penyebab sebagian besar kematian.
Pada 15 November, warga Iran turun ke jalan untuk memprotes kebijakan pemerintah memberlakukan penjatahan bensin dan menaikkan harga bahan bakar 50 persen.
Menurut kantor berita semi-resmi Mehr, sedikitnya 100 bank dan puluhan toko dibakar selama rangkaian protes tersebut.