Ahmet Karaahmet, Ethem Emre Özcan
28 Februari 2025•Update: 11 Maret 2025
DAMASKUS/ISTANBUL
Anadolu telah meliput gambar dari udara secara eksklusif di sebuah fasilitas di ibu kota Suriah, Damaskus, yang pernah digunakan oleh rezim Bashar al-Assad untuk menyimpan senjata kimia.
Seorang anggota tim investigasi, yang bekerja untuk mendokumentasikan penggunaan senjata kimia pada tahun 2013 dan meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan bahwa fasilitas tersebut telah menjadi rahasia yang dijaga ketat selama bertahun-tahun.
Fasilitas tersebut diperiksa oleh tim PBB setelah serangan kimia pada bulan Agustus 2013 di Ghouta Timur, sebagai bagian dari perjanjian yang ditengahi antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
Menurut pejabat tersebut, inspeksi PBB tahun 2013 mengonfirmasi bahwa rezim Assad telah menimbun senjata kimia di fasilitas tersebut, yang merupakan salah satu dari beberapa lokasi penyimpanan. Namun, karena tekanan internasional yang kuat, senjata-senjata ini kemudian dihancurkan.
Gambar dari udara menunjukkan fasilitas itu berada di atas bukit tinggi, dikelilingi gundukan tanah besar, dan sebagian besar tampak terbengkalai.
Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR), yang memantau pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga sipil, telah melaporkan bahwa rezim Assad telah melakukan 217 serangan senjata kimia di wilayah yang dikuasai oposisi sejak dimulainya perang saudara.
Kekejaman selama puluhan tahun di bawah rezim Baath Suriah dan keluarga Assad telah meninggalkan bekas luka yang abadi dalam sejarah negara tersebut, dengan pembunuhan massal yang dilakukan dengan menggunakan senjata kimia dan konvensional.