Rıskı Ramadhan
04 Januari 2018•Update: 04 Januari 2018
Mohamad Misto, Adham Kako
HOMS/ANKARA
Anak-anak yang tinggal di sejumlah distrik yang berada di bawah blokade rezim Bashar al-Assad di Provinsi Homs, Suriah mengikuti kegiatan tanam pohon untuk menggantikan pohon yang terpaksa mereka bakar guna menghangatkan diri selama musim dingin.
Warga terpaksa membakar batang pohon untuk menghangatkan diri karena rezim tidak memasok listrik ke wilayah dengan populasi 250.000 orang tersebut. Bahan bakar pun tidak dapat dipasok ke sana.
Sejumlah LSM lokal berinisiatif mengadakan kegiatan tanam pohon berjudul “menumbuhkan masa depan” dengan tujuan memberikan harapan kepada anak-anak di sana dan membuat kawasan tersebut kembali berkembang.
Dalam kegiatan yang diadakan dalam periode tertentu tersebut, anak-anak menaman puluhan pohon di pusat kota, pinggiran jalan, taman dan beberapa lokasi lainnya
Ketua Yayasan Bantuan dan Pembangunan Ihsan yang merupakan penyelenggara kegiatan, Hani Sadettin mengatakan, mereka menargetkan untuk menanam sedikitnya 300 pohon dalam kegiatan yang terakhir mereka adakan.
“Dalam kampanye ini, kami bertujuan untuk menanamkan kepercayaan pada anak-anak. Kami ingin meningkatkan rasa tanggung jawab sosial terhadap anak,” tambah Sadettin.
Seorang anak yang ikut hadir dalam kegiatan ini, Muhammad Ahmad mengungkapkan keprihatinannya atas penebangan pohon.
"Pohon membersihkan udara kita, sayang sekali sejumlah orang terpaksa menebang banyak pohon untuk menghangatkan diri, saya harap kami bisa berkontribusi dalam pekerjaan bagus ini,” ujar dia.
Salah satu anak lainnya, Halima Rifai yang masih berusia 10 tahun menyatakan akan merawat pohon yang ditanam dan tidak akan mengizinkan pohon-pohon ditebang.