Ekip
05 Februari 2018•Update: 06 Februari 2018
Furkan Naci Top dan Murat Demirci
LEFKOSA, Republik Turki Siprus Utara
Nicos Anastasiades terpilih kembali menjadi pemimpin Siprus Yunani dalam putaran kedua pemilihan presiden pada Minggu.
Putaran pertama pemilihan presiden yang digelar 28 Januari lalu tak menghasilkan satu pun kandidat dengan ambang batas 50 persen.
Anastasiades, yang didukung partai konservatif Democratic Rally (DISI), berhasil mengumpulkan 56 persen suara, sedang Stavros Malas yang diusung partai komunis Progressive Party of Working People (AKEL) beroleh 44 persen saja, menurut jajak pendapat.
Jajak pendapat Siprus Yunani digelar 7 Januari di Republik Turki Siprus Utara (TRNC), yang bersebelahan dengan Siprus Yunani di Pulau Mediterania Timur.
Perundingan damai dengan TRNC diperkirakan akan berlanjut.
Siprus terbelah sejak 1974, saat kudeta Siprus Yunani berikut kekerasan terhadap warga Turki terjadi, dan intervensi Ankara sebagai kekuatan penjamin.
Perdamaian Siprus berlanjut beberapa tahun terakhir, termasuk inisiatif terbaru Swiss dengan negara penjamin Turki, Yunani dan Inggris yang berakhir 2017.
Turki menyalahkan kekurangtegasan Siprus Yunani atas kegagalan perundingan tersebut. Juga menyalahkan Eropa karena mengakui Siprus sebagai pulau terbelah dalam serikat pada 2004 setelah warga Siprus Yunani menolak kesepakatan damai.