Mohammad Sio
16 September 2026•Update: 16 September 2026
Amerika Serikat (AS) pada Rabu mengimbau warganya mempertimbangkan kembali perjalanan ke Arab Saudi karena risiko serangan drone dan rudal Iran yang menargetkan kepentingan AS.
"Pertimbangkan kembali perjalanan ke Arab Saudi karena risiko serangan drone dan rudal Iran yang menargetkan kepentingan Amerika, konflik bersenjata, terorisme, dan larangan keluar dari negara tersebut," kata Kedutaan Besar AS di Riyadh dalam imbauan perjalanan Level 3.
Peringatan itu juga meminta warga AS tidak melakukan perjalanan ke wilayah perbatasan Arab Saudi dengan Yaman, tempat konflik kembali meningkat, karena "ancaman terorisme."
Menurut imbauan tersebut, sejak 30 Agustus anggota keluarga diperbolehkan bergabung dengan pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi.
Pegawai pemerintah AS dilarang melakukan perjalanan dalam radius 20 mil atau sekitar 32 kilometer dari perbatasan Yaman karena risiko keamanan.
Mereka juga dilarang melakukan perjalanan yang tidak penting ke Qatif, sementara perjalanan ke provinsi Jizan, Asir, Najran, dan Qatif memerlukan izin khusus.
Kedutaan AS mengatakan ancaman serangan drone dan rudal Iran terus berlangsung sejak konflik antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari.
Imbauan tersebut dikeluarkan di tengah serangkaian serangan rudal dan drone terhadap Arab Saudi serta peringatan darurat yang berulang kali dikeluarkan di berbagai wilayah kerajaan.
Koalisi pimpinan Arab Saudi pada Rabu dini hari mengatakan pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone di dekat kota suci Makkah yang disebut diluncurkan kelompok Houthi Yaman.
Houthi membantah bertanggung jawab atas peluncuran tersebut.
Insiden itu terjadi sehari setelah koalisi mengatakan 13 warga sipil terluka akibat serangan rudal dan drone Houthi di Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Tujuh rumah dan dua kendaraan juga dilaporkan rusak.
Otoritas Arab Saudi kemudian mengeluarkan peringatan di Abha, Khamis Mushait, Jazan, Jeddah, Taif, Yanbu, dan AlUla di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan, terutama di wilayah barat daya negara tersebut.
Pekan lalu, otoritas Arab Saudi mengatakan drone yang diluncurkan dari Irak menargetkan jaringan pipa minyak Timur-Barat di wilayah Riyadh dan Madinah. Serangan itu menyebabkan korban luka dan kerusakan serta mendorong penghentian sementara operasi pipa sebagai langkah pencegahan.
Arab Saudi juga berulang kali menjadi sasaran rudal dan drone Iran sejak perang AS-Iran dimulai pada 28 Februari. Teheran mengatakan serangan-serangannya ditujukan terhadap kepentingan militer AS di berbagai wilayah kawasan.