Megiza Asmail
JAKARTA
Sebanyak tiga kapal perang tipe destroyer milik Jepang kini tengah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, hingga Sabtu mendatang. Kekuatan pertahanan negeri matahari terbit itu dipamerkan oleh Angkatan Laut Jepang dalam kunjungan mereka ke beberapa negara di Asia Tenggara.
JS Inazuma dan JS Suzutzuki siap menunjukkan kecanggihan teknologi pertahanan keamanan mereka kepada publik Indonesia saat open ship mulai dibuka besok hingga Jumat.
Satu kapal lainnya, JS Kaga, tidak dapat dibuka untuk umum karena perannya sebagai kapal induk yang lebih banyak dikerahkan untuk bantuan kemanusiaan ataupun mitigasi bencana alam. Bobotnya yang besar pun membuat JS Kaga hanya dapat beristirahat di tengah Laut Jawa.
Meski begitu, Anadolu Agency berkesempatan untuk menjejakkan kaki dan merasakan kekuatan JS Kaga. Dibangun oleh Japan Marine United Yokohama Shipyard pada Maret 2017, JS Kaga dibuat sebagai tempat mendarat lebih dari lima helikopter perang.
Kapal berbobot 19.500 ton itu memiliki teknologi pengontrol keamanan yang disebut C4ISR yaitu sebagai komando, pengendali, pusat komunikasi, komputerasi, intelijen, pengawasan dan pengintaian.
JS Kaga juga memiliki SeaRAM yaitu sistem pertahanan dengan kecepatan supersonik yang dapat mendeteksi misil anti-kapal. Tidak hanya itu, kapal berlogo daun dan burung emas ini mempunyai kemampuan keamanan sebagai pengumpan torpedo.
Komandan Escort Flotilla 4 Jepang Laksamana Pertama Tatsuya Fukuda mengatakan tiga kapal tersebut menampung 800 anggota termasuk 50 anggota perempuan. Dengan open ship di Jakarta kali ini, Fukuda berharap masyarakat Indonesia dapat memperdalam pengetahuan tentang teknologi keamanan maritim yang dimiliki Jepang.
“Selama kami port call di Jakarta kami melakukan berbagai cara pertukaran dengan TNI AL dan open ship JS Inazuma dan JS Suzutsuki. Saya berharap masyarakat Indonesia dapat memperdalam pengetahuan tentang Jepang dari kunjungan ini,” kata Fukuda, Selasa.
Dia menambahkan, kunjungan Japan Navy kali ini diharapkan dapat berkontribusi bukan hanya meningkatkan kerjasama dengan TNI AL, tapi juga memperdalam persahabatan kedua negara.
“Saya dengar bahwa Indonesia memiliki peninggalan budaya yang beragam dan keindahan alam. Saya berharap dapat melihat peninggalan bersejarah, berwisata, dan menikmati cuaca yang luar biasa di Indonesia,” tutur Fukuda.
-Latihan bersama demi samudra yang terbuka dan stabil
Fukuda, yang juga berperan sebagai Komandan Misi Pengerahan Indo-Asia Tenggara, mengungkapkan tujuan latihan pengerahan ini mempunyai target peningkatan kapasitas strategis pasukan angkatan laut berbagai negara.
“Kami juga ingin berkontribusi menegakkan keamanan maritime di kawasan, lewat latihan bersama negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Saya merasa terhormat dapat melakukan port call di Jakarta pada tahun ini yang bertepatan dengan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara,” sebut Fukuda.
Dia menyebut, Jepang dan Indonesia memiliki hubungan baik bukan hanya dalam bidang politik dan ekonomi, tetapi juga dalam bidang pertahanan. Keduanya, sebagai negara maritim di Indo-Pasifik, telah melaksanakan berbagai kerja sama di bidang keamanan dan maritim.
“JMSDF dan TNI AL telah berbagi pemahaman bahwa ketertiban maritime berdasarkan supremasi hukum sangatlah penting dan telah berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas Kawasan,” kata dia.
Komandan Lantamal 3 Laksamana Pertama Deni Hendrata di tempat yang sama mengatakan TNI AL mendapat kehormatan atas kunjungan Angkatan Laut Jepang kali ini.
“Angkatan Laut Jepang telah mengarungi samudera bermil-mil dan tiba dengan selamat di Indonesia. Kunjungan ini sangat penting bagi kita semua untuk menjaga dan meningkatkan hubungan yang telah terjalin antara TNI AL dan JMSDF sekaligus memperkuat hubungan antara Indonesia dan Jepang,” ujar Deni.
“Kami sungguh berharap rekan-rekan sekalian dapat menikmati kunjungan di Jakarta. Semoga kunjungan ini dapat membawa kesan dan bermakna bagi kedua negara,” imbuh dia.
news_share_descriptionsubscription_contact
